Membaca dan menulis adalah tindakan paling beradab yang mampu dilakukan umat manusia, kata Jorge Luis Borges, sastrawan Argentina. Manusia boleh bangga membangun pencakar langit, jembatan super panjang, pesawat terbang, dan satelit angkasa luar, tapi semua itu mustahil terwujud bila manusia tidak mengenal budaya membaca dan menulis.
Singkat kata, membaca dan menulis adalah prasyarat terwujudnya peradaban. Membaca dan menulis dalam pengertian paling luas; membaca berarti menyimak buku, alam, dan kehidupan, secara alamiah atau melalui cara berpikir yang sistematis bahkan ketat; menulis berarti mencatat, menyampaikan suatu hal, merumuskan gagasan, dari yang informatif hingga sebuah ide yang mengubah pandangan dunia secara mendasar.
Begitu sederhana memang kegiatan membaca dan menulis, tapi jika manusia tidak mengenal keduanya, ia tak lebih mamalia seperti simpanse dan gorilla yang tak mengenal budaya dan keadaban. Seandainya, sekali lagi seandainya, simpanse dan gorilla dikaruniai kemampuan membaca dan menulis, keduanya bisa sama atau bahkan lebih beradab dari manusia, sebab mereka tentu akan belajar dari kesalahan manusia berupa menyalah-gunakan pengetahuan untuk merusak dunia dan sesamanya.
Buletin Cangkir diterbitkan untuk membuka ruang lebih luas buat mereka yang suka membaca dan menulis, terutama yang berkaitan dengan persoalan budaya dan humaniora, bagi kalangan remaja dan pemuda yang sedang mekar.
Kami berusaha konsisten menghadirkan tulisan tentang pemikiran humaniora dan seni mengingat dua hal ini adalah ujung tombak peradaban dan ilmu pengetahuan. Seni adalah sumber imajinasi dalam menalar yang dirintis sejak zaman Socrates hingga Tom and Jerry sekarang, sedang pemikiran humaniora (terutama filsafat) membedah dan merumuskan imajinasi tersebut ke dalam ide yang konstruktif.
Dan yang tak kalah penting, semua ide itu dapat dinikmati dengan santai dan menyenangkan layaknya menyeruput kopi dari Cangkir; itulah filosofi buletin ini, dan kami berharap para pembaca tidak keberatan mereguknya perlahan-lahan untuk bersama-sama menjadi semakin kreatif dan penuh semangat. Semoga kesederhanaan bentuk, tampilan dan isinya tidak mengurangi gairah dan kehangatan yang kami tawarkan.
Buletin Cangkir diterbitkan oleh Tjlatjapan Poetry Forum sebuah komunitas pecinta sastra Cilacap. Didirikan dengan semangat kebersahajaan, kesederhanaan, namun dengan tidak melupakan kesungguhan dan ketekunan, meski menurut ukuran kami sendiri. Seperti itulah, Cangkir hanya ingin melestarikan budaya menulis dan membaca.
September 19, 2008 pukul 5:17 pm
Hello All !!!
Wellcome. Thanks for stopping by here
Oktober 9, 2008 pukul 5:46 am
Luar biasa idene kang, oiyah soal wong cilacapan akeh banget si pada nulis nang dunia maya untuk wadahynya kek nya blm ada tp ada blog untuk komunitas cilacap tp dia hanya meng rss ajah tulisan org2 cilacap sehingga para blogger ato orang2 yang biasa nulis tulisan itu akan lari k sana tp untuk wadah yang lebih sempurna kurasa blm ada karena menurutku kekurang kompakan orang2 cilacap yang masih kurang.
Untuk lebih dekat kalo kamu punya YM silahkan PM aku di cilacap.online atau kunjungi di http://www.cilacap-online.com saya akan selalu berada disana
Oktober 11, 2008 pukul 2:06 am
Buat, cewek ndesa (bukan ndeso) : Biarkan semuanya berjalan. Orang Cilacap kompak kok. Masak semuanya harus lewat satu saluran. Tersumbat dong. I love you
Oktober 15, 2008 pukul 2:30 am
Wah, babat alas toh. Grain.. Lumayan bagus isinya.Tapi masih agak berat nih. Mbok dioprek lagi biar rada cepet pas diaksesnyah. Salam dari bandeg. Hehehe..
Oktober 15, 2008 pukul 6:56 pm
@cewek ndeso
iya kdune jenenge diganti cewek ndesa hahaha
oke mbekayu nanti di sini akan dibuat bengkel menulis. biar nanti teman2 bisa saling kirm atau mengomentari tulisan. Dulu saya denger para pekerja migran kita di HK mnerbitkan antologi cerita pendek bisa minta infonya?
Oktober 15, 2008 pukul 7:09 pm
@ Abdiman….Cilacap wis jarang alase mbuh nek nggonmu hahahahaha
ya nanti coba dioprek lagi. biar diurus oleh tim kami. thank sarannya. keep in touch..
Oktober 21, 2008 pukul 2:42 am
seandainya ada sastra lokal dg bhs cilacapan yg unik, barangkali akan mnambah khazanah kebudayaan qt.. salam..
Oktober 24, 2008 pukul 8:22 am
Bro,,,gue mau tanyak nih ,,siapa tahu situ tahu tentang mesin penerjemah arab-inggris? Setahu gue situ kanyaknya tahu deh,,,. Krim lewat e-mail ya,,,makasih banyak
Oktober 30, 2008 pukul 5:12 pm
@Tamu
sorry berkali2 aku ngirim ke imelmu tp balik terus?? alamatnya salah???
Oktober 31, 2008 pukul 3:24 am
salut deh bwat mas Badrudin dkk….
q leh ikut nimbrung kan…
Oktober 31, 2008 pukul 3:27 am
SALUT BWAT MAS BADRUDIN DKK…
q leh ikut nibrung ga…?
nitip tulisan… kali aja layak baca
Oktober 31, 2008 pukul 6:43 pm
@ Anton Iyut
Silakan..silakan…dengan senang hati…
November 12, 2008 pukul 12:32 am
selamat atas hadirnya blog ini.
Semoga membawa kemaslahatan
November 15, 2008 pukul 3:34 pm
(baca dari bawah ..dari kanan ke kiri <)
gnugnib uka..kilabret abres aumes ini 2rihka..apa gnanek hubm.. naataynek ipadahgnem tilus igal uka..nawak ay uka nakaod…ulud iedmes naka nikgnum UKA
November 16, 2008 pukul 5:51 am
@Insan
wew tulisannya…aku jadi inget waktu kecil baca buku teka-teki dektektif. Ada pertanyaan dan jawabannya ditulis make huruf kebalik semua….ya selamat bersemedi Insan.
November 16, 2008 pukul 6:16 am
Sayang sekali redaksi Cangkir tidak memuat tanggapan masyarakat Kampung Laut tentang film dokumenter itu.
November 16, 2008 pukul 1:38 pm
@Abdal
ya…nih belum sempat seandainya ada yang mengirimkan barangkali kami bisa memuatnya…..
Desember 24, 2008 pukul 3:34 am
Hey… masak Cangkir isinya ini-ini saja. Yang baru mana? Hayo. Saya rindu
Desember 30, 2008 pukul 10:41 pm
salam..yg umum buleh ikutan?atw dikhususkan bwt tjilatjap aja?thanks
Desember 31, 2008 pukul 2:10 pm
boleh terbuka untuk umum toh problem cilacap problem manusia juga…kebahagiaan juga begitu. Wellcome Dusone!
Januari 21, 2009 pukul 4:40 am
dadi kapan cangkire? taqin
Januari 21, 2009 pukul 1:44 pm
ya mbuh yah…. hahahahahahahaha lah takon dadine tok ngeneh krim tulisan….
Februari 15, 2009 pukul 11:29 am
yth. tim cangkir, saya sangat apresiatif dengan penerbitan buletin cangkir…boleh nggak saya kenal lebih dekat dengan tim redaksi khususnya litbang cangkir….
Maret 2, 2009 pukul 5:43 am
boleh.. untuk kenal dengan ketua litbang coba hubungi kantor desa Caruwi atau Cry…cari kepala BPD namanya Mas Savoir atau pak masngudi… dia juga nyambi jadi dukun lho….hehehehehe
Maret 19, 2009 pukul 3:50 pm
melu kenalan lah…..gye mumpung lagi ana penguruse nag kene…lagi nawani iklan koh…gratis ulih ora ya ha ha ha
April 19, 2009 pukul 2:58 pm
aku seneng bisa ndeleng kanca-kanca paada aktiv nulis walau kebanyakan kayane belum memahami untuk apa menulis. ya men. terus berjuang
Mei 2, 2009 pukul 3:51 am
aku janeh mung pengin silaturahmi bae, karo kanca kabeh wong majenang aku janeh wis kangen karo kanca sltp islam caruy ……….
Mei 2, 2009 pukul 3:53 am
kayane aku kenal masngudi…. cemerlang tenen ide mu kang.
Mei 16, 2009 pukul 4:49 am
wah, seneng banget pas tahu ana situs web buletin cangkir. pernah baca buletinnya dua episode lan langsung tertarik. tapi, sayang publikasinya masing kurang.
Juni 13, 2009 pukul 8:52 am
kangen ……
pingin mendoan lah kang …..
Juni 27, 2009 pukul 6:49 am
mantafff man…lanjutkan terus
cangkirkayu.blogspot.com
November 9, 2009 pukul 12:52 am
sayang warga cilacap barat khususnya daerah majenang lebih kental dgn bahasa sunda,, saya melihat cilacapan lebih pada bahasa jawa banyumasan. jd disini cilacapan tdk bisa mewakili cilacap secara teritorial?? saya bertanya apakah warga majenangan(sunda) bs nimbrung dalam sastra cilacapan???
November 25, 2009 pukul 1:42 am
maju terus pantang mundur cilacap untuk berantas korupsi, kolusi dan kolusi.
Maju terus seni dan budaya Cilacap.