Kenangan dalam Kotak Coklat

September 19, 2008

Rahmi Isriana

 

Ketika bulan melalap lazuardi

Matahari sembunyi

Tertutup ilalang

Dan terluka

Ketika siang rebut cuaca

Malam hanya terpaku

terkuasai gerah

Dan merana

Adakah sebuah kerjasama

Bulan dan matahari muncul bersama

Ketika siang rambati malam dan malam terima ikhlas

 

-okt’05-

 

Rahmi Isriana yang memiliki nama pena Amie Segara, lahir di Purwokerto, 3 April 1986. Di samping menulis, mahasiswa Fakultas Sastra Indonesia Unsoed sejak tahun 1994 juga aktif berteater sejak dan bergiat di Sanggar Seni Segala Rasa


Menemui Cinta

September 19, 2008

Sigit emwe

pada jalan-jalan lukisan-tradisi-kamasan

yang disejarahkan waktu

aku mencari cinta pada setiap detiknya

dari bawah jembatan

hingga lorong-lorong pengap

“ada senyuman terpahat pada daun-daun

yang menjadi alas kehidupan”

pada jalan-jalan

yang disejarahkan waktu

kita mencoba terlelap

berselimutkan dekapan-dekapan malam

kemudian setelah pagi kembali hadir

ada setumpuk cinta yang pernah mereka temui

dalam hati yang suci

“kupu – kupu masih mencium wangi bunga”

Purbalingga, “Bilik Lentera” November 2006



Gerimis 1

September 19, 2008

Sigit Emwe

jejak ini telah memutih, meniti ayat yang berterbangan

hingga langit 

saat seekor merpati melintas pada lengkung matamu

jejak semakin memutih, tersamar pada sajadah jiwa

yang sujud pada kematian

 

masihkah daun melekat pada tangkai

saat gerimis jatuh pada teritis-teritis waktu?

tak ada yang sanggup memberi jawab

selain sebait salam dari langit

 

jejak berjalan mengikuti angin

memburu pipit yang hinggap pada daun manggis

matahari tinggal panasnya

cahaya memanggang jiwa

 

aku masih di sini meniti

jejak yang semakin menguban

 

: jejak pun menjadi sajak

  yang kau lukiskan pada

  tapak-tapak putih

 

Purbalingga, Bilik Lentera November 2007

 

Sigit Emwe adalah penyair yang tinggal di Pubalingga. Karya-karyanya telah banyak terpublikasi melalui Wawasan, Suara Merdeka, Suara Karya, Suara Pembaruan, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Solo Pos, Bernas Jogja, Sabbili, Radar Banyumas, Koran Rakyat dan beberapa lagi. Juga telah diantologikan dalam buku “Untuk Sebuah Kasih Sayang” (Puisi), “Robingah, Cintailah Aku” (cerpen).


Penabuh Angin

September 19, 2008

Yosi M. Giri

 

dari ujung jemari sampai rumbai hati

Ia larutkan beberapa malaikat

di atap-atap lemari

dan hamparan sungai samawi

ada larik-larik lusuh

hanya kening berbasuh

laut manakah yang dituju

sedang angin tempat menabuh

pada karang dan perahu

Ia tumpahkan sesumbar janji

menunggu angin menabur biji

sementara mawar jiwanya masih berduri

 

Oktober, 2007


Secangkir Kata

September 19, 2008

Yosi M Giri

 

Secangkir kata menyelinap

Mengajak paru-paruku berkelana

Menumbuhkan dunia yang mati sebelum abadi

Secangkir kata mengalir

Menegaskan warna gelas

Setelah mimpi-mimpi di libas

Kata terbaring di lipat kertas

Secangkir kata pada subuh yang ranum

Memetakan dunia jadi kerdil

Di hadapan kata,

Semesta menggigil

 

Pemalang, November 2007

 

 

 

Yosi M Giri, lahir di Desa Mereng – Pemalang, 4 Desember 1986. Kerap mengikuti berbagai festival Band sejak di bangku SMU, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Terpilih menjadi finalis Venus Top Model 2005 perwakilan dari Jawa Tengah (25 September 2005) di WTC Mangga Dua – Jakarta

 


Wanita dengan Cermin

September 19, 2008

Yudhiono Aprianto

  

Cukup sederhana pandangan matanya

dibuat kagum sesaat

hitungan jari terbuang sirna

bahkan mendekat berkata sapa

lal berkerudungkan waktu

wanita seumur membutuhkan cinta

satu gerai pencarian dilepas

bingkai wajah mulai ikut membawa

alunan tubuh

larut dalam usia

terbuka sketsa isi beraroma candu

membuat hancur pada jawaban

ku titipkan sebuah cendramata

berbentuk cermin

agar dia mampu bersolek

menyerupai bunga

 

UMP, 28 November 2007

 

Yudhiono Aprianto, lahir di Purwokerto, 15 April 1986. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sekarang aktif di Teater Perisai, perkumpulan sastra “Bunga Pustaka” Universitas Muhammadiyah Purwokerto


Jika Pemerintah Pro-Investasi, Maka Seniman Pro-Sastra

September 19, 2008

Cilacap hari ini sedang marak dengan slogan “Pro-Isvestasi” dari Pemerintah Daerah, sebuah slogan yang dipaksakan karena dipungut dari teori pembangunan khas Orde Baru yang gatotkaca (gagal total banyak bicara); untuk itu para seniman segera melakukan koreksi kritis dengan menawarkan kegiatan budaya agar Cilacap kondusif bagi studi-studi seni-budaya, termasuk sastra. Semua itu adalah berkat aktivitas pemikiran, penciptaan dan implementasi ide anak-anak muda yang memiliki perhatian terhadap kehidupan sastra dan budaya di Cilacap, sebab seperti kata mereka, “pembangunan ekonomi tanpa diimbangi kecerdasan budaya hanya akan melahirkan masyarakat kelas budak.”

Baca entri selengkapnya »


Pameran Foto Majenang

September 19, 2008

Para pecinta seni dan budaya dari Cilacap Barat yang tergabung dalam komunitas Genesis menggelar pameran foto dan diskusi. Kegiatan yang mengangkat tema ‘Majenang dalam jepret kamera pocket’ ini diadakan di gedung sekretariat Majenang Tiger Club (MTC), Jl. Kapten Suyono Majenang, berlangsung pada 22-24 Februari.

Baca entri selengkapnya »


Komunitas Film SMU 1 Cilacap

September 19, 2008

Sungguh sesuatu yang membanggakan bagi SMAN 1 Cilacap karena empat film garapan siswa-siswanya diikutsertakan dalam ajang a Court de’ecran : Courts-Circuit yang digelar oleh CCF “Centre Culturel Francais” atau Pusat Kebudayaan Prancis, 5-6 Oktober 2007.

Tepat sehari sebelum gelaran tersebut, atau tanggal 4 Oktober 2007, 18 orang siswa SMAN 1 Cilacap berangkat ke Jakarta dengan membawa empat film garapan mereka; ”Putih? Cantik?” (dokumenter), ”Pacaran: Penting Nggak Sih?” (dokumenter), ”Hidup Untuk Makan atau Makan Untuk Hidup” (dokumenter), dan ”Estu” (Fiksi).

Baca entri selengkapnya »


Pengembaraan Filosofis Descartes

September 18, 2008

Rene Descartes (1596-1650) dikenal sebagai bapak filsafat modern, karena lewat pemikiran Descartes ilmu pengetahuan jadi seperti sekarang. Pengaruh pemikirannya luas hingga di luar bidang disiplinnya. Fisikawan Isaac Newton misalnya, mengaku dipengaruhi filsafat Descartes, terutama tentang realitas geometris yang terpilah-pilah. Atas dasar itu, mengenal pemikiran Descartes adalah salah satu cara mengenal dasar ilmu pengetahuan modern sekaligus mengenali diri sebagai subjek modernitas.

Baca entri selengkapnya »