Festival Film Purbalingga 2008


Jangan pernah menyepelekan luapan semangat. Barangkali inilah kesan yang bisa didapatkan dari penyelenggaraan Festival Film Purbalingga 2008 (FFP 2008) tanggal 16 – 18 Mei 2008 lalu di gelanggang olahraga Mahesa Jenar, Purbalingga, Jawa Tengah. Meski hanya didukung fasilitas dan infrastruktur yang minimalis, namun toh para eksponen Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, penyelenggara kegiatan ini, tetap bergerak maju untuk terus bereksperimen, berkreasi, dan memperkenalkan film pendek Indonesia pada masyarakat Purbalingga.

Festival kali ini merupakan festival yang kedua kali setelah sebelumnya bernama Parade Film Purbalingga. Dalam kesempatan kali ini, festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti pemutaran film, diskusi, bursa film, hingga layar tancap yang bertempat di pusat jajanan kota Purbalingga. Rangkaian acara itu disusun padu untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat Purbalingga merayakan kreativitas perfilman.

Karena digelar dengan bermodal luapan semangat dan infrastruktur yang minimalis, FFP 2008 pun tampil dengan kesederhanaan dan segala keterbatasannya. Seperti pergelaran seni di kota-kota kecil lainnya, dalam festival ini pun masih terendus berbagai kekurangan teknis, manajemen acara, serta organisasi yang kurang maksimal. Namun, justru dari berbagai kesahajaan dan keterbatasan inilah kita bisa menyaksikan gairah dan itikad tulus dari para penyelenggara yang kemudian justru membuat acara tersebut benar-benar khidmat.

Tidak bisa dipungkiri berbagai kekurangan ini bukan hanya berasal dari penyelenggara semata. Namun, seperti biasa, juga karena kurangnya dukungan dari berbagai pihak. Panitia, misalnya, di tengah semua kerepotan dan kesibukannya masih harus menghadapi aparat hukum yang selalu saja mempersoalkan legalitas acara. Persoalan klasik yang menyebalkan. Selain itu, pemerintah setempat pun terkesan tidak peduli, padahal kegiatan atau komunitas semacam ini adalah investasi bersama bagi masyarakat Purbalingga yang jika dikembangkan bisa saja menghasilkan keuntungan ekonomi yang akan turut menyumbang terhadap PAD.

Meski demikian, panitia tetap bergeming. Semangat dan komitmen terhadap perkembangan seni budaya tampaknya merupakan senjata ampuh mereka dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan. Simak saja pernyataan para eksponen komunitas film Purbalingga. Programmer FFP Bayu Kesawa Jati, misalnya, dengan sedikit berkelakar menyatakan bahwa komunitas film adalah kumpulan orang-orang nekat dan sakti yang mencoba mendayung sampan di sela-sela karang.

Yang bisa menjadi sedikit obat adalah ternyata festival ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Purbalingga. Ini terbukti dengan hadirnya ratusan pengunjung mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga mbok-mbok pasar yang berbondong-bondong menyaksikan suguhan program-program film pendek dalam FFP. Yang lebih melegakan lagi, dukungan bagi perhelatan FFP juga datang dari sejumlah komunitas film dari Jakarta, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang serta Malang. Inilah substansi yang ingin dicapai oleh CLC seperti yang diharapkan oleh Bowo Leksono, direktur festival, agar FFP bukan sekedar kegiatan latah namun merefleksikan kebutuhan dan gairah masyarakat Purbalingga. (H2O/FA/08)

2 Balasan ke Festival Film Purbalingga 2008

  1. adhar mengatakan:

    purbalingga kapan punya moll dan di atas moll ada bioskopnya kaya kerepor jakarta?

  2. risna mengatakan:

    ktakan ni hnya pbg punya hoooo…..heeeeee! slam trhngat dr q….cah_renan kaligondang purbalingga…upstzzzz mbok tlisna c lah mnta 5f ea….! so….slam dr cah purbalingga,nma bkena jd BALI,,,,,BALINGGA mksdna…..!q kgen neh ma pbg yg sjuk,indah and so…..beautiful….. pa lg org2e gaul2 nda kalah ma yg laen…we love pbg punya….! pkona mah cuka bgt ma pbg yubzzzzzzzzzzzzzzzzz the great city in my dream….. lophe u PBG!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: