Jika Pemerintah Pro-Investasi, Maka Seniman Pro-Sastra


Cilacap hari ini sedang marak dengan slogan “Pro-Isvestasi” dari Pemerintah Daerah, sebuah slogan yang dipaksakan karena dipungut dari teori pembangunan khas Orde Baru yang gatotkaca (gagal total banyak bicara); untuk itu para seniman segera melakukan koreksi kritis dengan menawarkan kegiatan budaya agar Cilacap kondusif bagi studi-studi seni-budaya, termasuk sastra. Semua itu adalah berkat aktivitas pemikiran, penciptaan dan implementasi ide anak-anak muda yang memiliki perhatian terhadap kehidupan sastra dan budaya di Cilacap, sebab seperti kata mereka, “pembangunan ekonomi tanpa diimbangi kecerdasan budaya hanya akan melahirkan masyarakat kelas budak.”


Yang tidak kalah penting untuk dicatat adalah upaya anak-anak muda tadi dalam membangun dan memperluas jejaring sastra, sehingga mereka dapat mengembangkan diri menjadi “pintu-pintu kecil” bagi masyarakat luar Cilacap yang ingin memperoleh informasi tentang perkembangan sastra di Cilacap, atau sebaliknya. Dengan demikian, bersama pekerja-pekerja seni lain (film, seni rupa, teater dan lain-lain) yang menempatkan Cilacap sebagai insipirasi dari gerakannya, melalui kesusastraan mereka telah turut mengembangkan citra tentang Cilacap yang Pro Sastra.

Salah satu wujud Pro-Sastra adalah sebuah hajat budaya yang dilakukan dengan penuh semangat. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi sastra dengan menghadirkan kritikus muda sebagai nara sumber. Berangkat dari asumsi, bahwa kritik sastra khususnya di “Banyumas Besar” mengalami kemandekan dan cenderung “memuja” karya-karya kanon, fokus diskusi kali ini berusaha membicarakan karya secara kritis, khususnya karya-karya penulis Cilacap yang terbukti memiliki capaian-capaian estetik dan masih intens berkarya. Dalam kesempatan ini yang dibicarakan adalah puisi-puisi karya Faisal Kamandobat yang terangkum dalam “Alangkah Tolol Patung Ini” (Olongia, Yogyakarta, 2007).

Peserta yang hadir cukup beragam (guru, pelajar, santri, penulis, masyarakat umum) dan dapat aktif menyikapi secara terbuka setiap penilaian terhadap karya Faisal Kamandobat sehingga diskusi berlangsung hangat. Pembicara yang tampil dalam diskusi, adalah :Ganjar Wisnu Murti (Adipala) & Muhammad Sulaiman (Mahasiswa UMS asal Kroya) dengan Moderator : Irfan Zakki Ibrahim.

Pada pukul 19.30 sd. 22.30 WIB berlangsung Parade Sastra yang diisi oleh para sastrawan muda Cilacap. Selebihnya adalah yang telah lama meramaikan jagat kesusastraan regional maupun nasional, baik dari Cilacap maupun luar Cilacap. Dengan komposisi tersebut maka terjadi “gesekan kreatif” yunior-senior, Cilacap-luar Cilacap. Mereka yang “bergesekan” dan membacakan karyanya adalah Hizi Firmansyah (Majenang), Alfiyan Harfi (Cipari), Abdulloh (Sampang), Rudiana Ade Ginanjar (Cipari), Faisal Kamandobat (Majenang), Daryono Yunani (Cilacap Kota).

Sedang dari luar Cilacap adalah : Aliv Esesi (Purwokerto) & Eddy Pranata (Ajibarang). Acara pun menjadi rekreatif, karena dalam kesempatan yang sama tampil komunitas seni dengan menampilkan musikalisasi puisi dari komunitas “Spensa Voice”, SMP Negeri 1 Cilacap asuhan Yonas Suharyono dan pemutaran film Sangkanparan Cilacap pimpinan Insan Indah Pribadi dengan memutar film karya siswa SMA Negeri 1 Cilacap. Acara kian menarik dan hangat bagai cinta remaja berkat panduan duet MC Masngudi (Cipari) dan cantriknya Imam Hamidi Antassalam (Wanareja).

2 Balasan ke Jika Pemerintah Pro-Investasi, Maka Seniman Pro-Sastra

  1. parman mengatakan:

    Mas bisa minta nomor hp nya Ganjar Wisnu Murti ngga?

  2. Tarno mengatakan:

    Nomor Ganjar Wisnu Murti 081575858158. Dia sudah jadi bvs penjualan HP Ceria di Cilacap. Rumahnya di Perumahan Kebondalem Adipala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: