People Behind

Badrudin Emce, adalah bapak tiga anak yang senantiasa terlihat muda dan penuh energi. Staminanya yang tinggi bisa dibuktikan dengan peran-peran yang dijalankannya setiap hari. Selain sebagai penyair, bapak satu ini juga bekerja di Pemda Cilacap, pengurus RT, Mushalla setempat, dan bos besar buletin Cangkir. Sempat ingin mundur dari Cangkir karena mengaku lelah dan suntuk, tapi ditolak mentah-mentah dalam Rapat Umum Pemilik Saham Buletin. Akhirnya, dengan pasrah dia kembali bekerja di buletin Cangkir. Saat ini dia adalah Penanggung Jawab buletin dan seorang pencari iklan yang sangat militan.

Faisal Kamandobat, julukannya yang terkenal adalah penyair cengengesan. Travelling dari kota ke kota, desa ke desa, berkeliaran di kamar-kamar kos di Jogja, Jakarta hingga Surabaya adalah hobi yang sudah lama digelutinya.  Sesekali melukis, berternak, dan memelihara kebun jahe adalah hobinya yang lain. Cita-citanya mendirikan toko buah-buahan, namun kini malah masuk jurusan antropologi. Saat ini dia adalah redaktur sekaligus PR Cangkir yang paling andal.

Insan Indah Pribadi, baru saja menjadi ayah. Selain sebagai redaktur buletin Cangkir, dia juga menjadi bos komunitas film Sangkanparan Cilacap. Dia banyak menyutradarai film-film pendek dan menangani berbagai proyek yang berkaitan dengan perfilman, mulai dari iklan layanan masyarakat sampe shooting manten. Film dokumenternya yang berjudul Kampung Laut baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai film dokumenter terbaik dalam Mavie Fest 2008.

Bait el-Muttaqin, sehari-hari dia adalah pemilik sebuah usaha sablon dan percetakan sekaligus seorang pengelola acara yang sangat berbakat. Sebagian besar acara kesenian yang digelar oleh jaringan Tjlatjapan Poetry Forum adalah hasil dari sentuhan tangan dinginnya sehingga sangat layak jika ia mendapat julukan sebagai raja event organizer. Pernah bercita-cita mendirikan kafe kopi, namun karena sibuk menjadi manajer pemasaran buletin Cangkir dan mengelola berbagai acara, maka keinginannya tersebut terpaksa ditunda.

Imam Hamidi Antassalam, ia termasuk salah seorang petualang pendaki gunung piawai di seantero kabupaten Cilacap. Berbagai gunung, hutan, palung, pernah ditapakinya. Kini, pengalaman pendakiannya itu disebarluaskan dengan menjadi tutor dan trainer di berbagai organisasi pecinta alam. Sangat rajin menulis puisi dan sangat berbakat dalam membacakannya. Meski demikian, yang paling tekun dilakukannya adalah berternak kambing. Kini dia menjadi bagian keuangan buletin Cangkir.

Khalid Yogi, di antara semua tim Cangkir, barangkali dialah yang paling pendiam.

6 Balasan ke People Behind

  1. metal kartun mengatakan:

    metal kartun adalah, metal tapi kartun, kartun tapi metal (hayah)

    yoyoyoyoyo hidup cangkir semoga tidak lekas kehabisan nafas. hehehehe

  2. inyonge mengatakan:

    kulonuwun,inyong angsal mampir mbok?salam kenal mawon saking warga jawa tengah made in puraketa hehehe

  3. buletincangkir mengatakan:

    @ iyone nggih mampir mawon. nggih salam kenal ugi saking seluruh kru buletin Cangkir. muga2 kabeh dadi sedulur.hehehe

  4. Taqin mengatakan:

    Apa sing dirasa

  5. Musripah mengatakan:

    Mas Taqin, mana puisi-puisi yang pernah menggetarkanku? Buatlah aku mendesah

  6. ari mengatakan:

    imam tukang jiplak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: